A. Pengertian
Pembelian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mendapatkan suatu barang atau bahan dalam kualitas yang diingikan dalam jumlah yang ditetapkan dengan harga yang pantas sesuai dengan waktu yang diharapkan dan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
B. Tujuan manajemen logistik
Tujuan yang bersifat umum adalah untuk mendapatkan barang atau bahan dalam kualitas bagus dan right quantity dan haga yang pantas dan right sources.
Tujuan manajemen logistik yang bersifat spesifik antara lain :
a. Membantu organisasi atau perusahaan didalam menjaga kelancaran proses operasional.
b. Menciptakan investasi yang minimal didalam persediaan barang.
c. Membeli secara kompetitif.
d. Membeli secara bijaksana : pembeli mencoba mengkombinasikan secara baik jumlah, kualitas, harga, waktu tunggu sejak memesan barang sampai barang itu diterima.
e. Berusaha mendapatkan sumber bahan yang lebih baik.
f. Membina hubungan baik dengan para suplayer.
g. Menciptakan profesionalisme didalam pembelian.
C. Sumber untuk logistik
1. Manajer logistik
Fungsinya antara lain :
- Menganalisa situasi ekonomi khususnya yang berkaitan dengan permintaan barangg yang dibutuhkan.
- Merumuskan kebijakan logistik.
- Menetapkan prosedur pembelian.
- Melakukan penilaian terhadap suplayer.
- Membina hubungan yang baik dengan para suplayer.
- Mencari alternatif suplayer yang lebih baik.
- Menjaga kelancaran ketersediaan bahan.
Kualifikasinya :
- Pernah menduduki salah satu jabatan dalam departemen logistik.
- Memiliki pengalaman sebagai tenaga pembeli.
- Pendidikan sarjana administrasi publik/MAP.
- Berkepribadian kuat (jujur, ulet, bisa bekerja sama dan berwawasan luas)..
2. Tenaga buyers (pembeli)
Fungsinya antara lain :
- Menginventarisasi para suplayer.
- Memilih suplaer yang sesuai.
- Melakukan pemesanan.
- Mengawasi kelancaran pesanan.
- Menilai suplayer.
- Mencari suplayer alternatif.
- Membina hubungan yang baik dengan suplayer.
Kualifikasinya :
- Berpendidikan sarjana adaministrasi publik/ bisnis
- Pesonality : jujur, peka terhadap situasi yang ada, bertanggungjawab, bisa bekerja sama, loyal, ulet dan inisiatif.
3. Tenaga tata usaha/sekretaris.
Fungsinya antara lain :
- Mengatur ruang kerja manajer logistik.
- Mengatur jadwal rapat manajer logistik.
- Mengatur jadwal perjalanan manajer logistik.
- Mengatur pertemuan dengan suplayer.
- Menyiapkan surat permintaan penawaran.
- Menyiapkan surat pesanan.
- Menyiapkan surat kalim (bila ada kesalahan pesanan0
- Menyiapkan data suplayer.
Kualifikasinya :
- Berpendidikan minimal SMK atau D3 sekretaris.
- Personality : cantik, berpenampilan menarik, cekatan, teliti, bertanggungjawab, bisa bekerja sama, berwawasan luas.
Jumat, 24 Mei 2013
Rabu, 22 Mei 2013
SELEKSI CALON PEGAWAI
A. Pengertian
Seleksi kemampuan adalah suatu proses untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan seorang calon pegawai baik yang berkaitan dengan pekerjaan maupun yang menyangkut pengetahuan umum guna dipakai sebagai dasar pemilihan calon pegawai.
Tujuan
Untuk mendapatkan calon pegawai yangg terbaik sehingga tidak saja mampu melaksanakan tugasnya dengan baik dan mampu menghadapi tantangan perubahan lingkungan eksternal.
Jenis
1. Dilihat dari bentuknya.
a. Oral test (tes lisan)
Oral test adalah salah satu bentuk test yang diberikan kepada calon pegawai untuk :
- Mengetahui calon pegawai secara langsung, termasuk cara memasuki ruangan, cara berjalan, cara duduk, cara berbicara dan cara berargumentasi.
- Mengetahui luasnya wawasan yang dimiliki oleh calon pegawai, baik yang berkaitan dengan pekerjaan maupun pengetahuan secara umum.
Jenis oral test antara lain :
Dilihat dari segi segi peserta.
- Individu interview
- Group interview
Terstruktur (tidak wawancara)
- Terstruktur (berurutan)
- Tidak terstruktur (tidak sistematis)
Dilihat dari seggi jumlah pewawancara
- Dilakukan oleh seorang
- Dilakukan olleh lebih dari seorang.
B. Written Test (tes tertulis)
Written test ( tes tertulis) adalah salah satu bentuk test tertulis yang diberikan kepada calon pegawai untuk mengetahui calon pegawai yang terbaik untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada.
Tujuan written test ( test tertulis) antara lain :
- Untuk mengetahui luasnya wawasan yang dimiliki oleh calon peserta, baik yang menyangkut pekerjaan maupun yang lainynya.
- Untuk mengetahui kecepatan calon pegawai memutuskan sesuatu.
- Untuk mengetahui kecepatan calon pegawai menghitung atau menganalisa.
Jenis written test ( test tertulis)
a) Subyektif test
Subyektif test adalah suatu test yang diberikan kepada calon pegawai dengan bentuk tulisan dan tidak menyediakan jawaban, jawaban diserahkan sepenuhnya kepada peserta test.
b) Obyektif test
Obyektif test adalah suatu test tertulis yang diberikan kepada calon pegawai untuk memilih saah satu jawaban yang dianggap paling benar menurut calon pegawai dari beberapa jawaban yang telah disediakan.
c) Short essay test
Short essay test adalah salah satu bentuk test tertulis yang diberikan kepada peserta untuk menulis karangan singkat dengan topik yang telah disediakan (lebih dari satu) dalam jumlah suku kata tertentu dan dalam waktu tertentu.
Tujuan written test (test tertulis)
- Untuk mengetahui kecepatan calon pegawai mengambil sikap.
- Untuk mengetahui kepandaian calon pegawai mengatur waktu.
- Untuk mengetahui kemampuan calon pegawai menganalisis sesuatu.
- Untuk mengetahui seberapa luas wawasan yang dimiliki oleh calon pegawai.
C. Performance test (kinerja)
Performance test adalah salah satu bentuk test yang diberikan kepada peserta untuk mengetahui secara langsung kemampuan seorang calon pegawai didalam melaksanakan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu.
Tujuan Performance test antara lain:
- Untuk melihat secara langsung kemampuan seorang calon pegawai dalam melaksanakan suatu pekerjaan.
- Sebagai dasar pembanding dengan peserta lain.
- Untuk membuktikan kebenaran informasi yang diberikan oleh calon pegawai.
D. General Intelligent Test
General intelligent test adalah suatu bentuk psikotest yang diberikan kepada calon pegawai dengan tujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pengetahuan, keahlian dan pekerjaan yang ditawarkan kepada calon pegawai.
E. Emotional Personality Test
Emotional personality test adalah suatu bentuk psikotest yang diberikan kepada calon pegawai untuk mengetahui kematangan emosi serta kepribadian yang dimiliki oleh seorang calon pegawai dalam kaitannya dengan jabatan atau pekerjaan yang dilakukan.
F. Vocatimel and Interest Test
Vocatimel and interest test adalah salah satu bentuk psikotest yang diberikan kepada calon pegawai dengan tujuan untuk mengetahui minat seseorang calon pegawai terhadap pekerjaan yang ada.
G. Performance Test (kinerja)
1. Kriteria seleksi
Kriteria seleksi adalah karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang calon pegawai agar mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.
2. Predictors
Predictors adalah indikator-indikator terukur yangg digunakan dalam kriteria seleksi.
3. Job performance
Element of job performance
- Quantity of work
- Quality of work
- Compatibility with other
- Presence of work
- Leght of service
- Flexibility
Selection criteria for employees who will meet performance goals
- Ability : kemampuan
- Motivation : motivasi
- Intelligence : pengetahuan
- Consctentiousness : kepekaan
- Appropriate risk for employees
- Appropriate permanence
Operational predictors of selection criteria
- Experience : pengalaman
- Post performance
- Phisical skills : kemampuan fisik
- Educational : pendidikan
- Interest
- Salory requirements : gaji yang dikehendaki
- Certificates held degrees ; ijazah yang dimiliki
- Test score : nilai test
- Personality measures
- Work refrences : pekerjaan
- Tenure on previons jobs
- Previons jobs held : jabatan sebelumnya.
- Drug test : test kesehatan
- Police record : surat kelakuan baik.
Syarat ujian kemampuan yang baik antara lain :
a. Harus dikaitkan dengan job analysis (job description).
b. Harus memenuhi prinsip keabsahan.
c. Harus memenuhi prinsip rahabilitas (dapat dipercaya).
d. Harus obyektif.
e. Hasil cepat diumumkan.
Selasa, 21 Mei 2013
POPULASI DAN SAMPEL
A. Populasi
Populasi adalah wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan
kemudian ditarik kesimpulannya.
Jadi populasi bukan hanya orang,
tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar
jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh
karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Misalnya akan melakukan
penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Sekolah X
mempunyai sejumlah orang/subyek dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi
dalam arti jumlah/kuantitas. Tetapi sekolah X juga mempunyai karakteristik
orang-orangnya, misalnya motivasi
kerjanya, disiplin kerjanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan
lain-lain; dan juga mempunyai karakteristik obyek yang lain, misalnya
kebijakan, posedur kerja, tata ruang kelas, lulusan yang dihasilkan dan
lain-lain. Yang terakhir berarti populasi dalam arti karakteristik.
Satu orang pun dapat digunakan
sebagai populasi, karena satu orang mempunyai berbagai karakteristik, misalnnya
gaya bicaranya, disipli prribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya dan
lain-lain. Misalnya akan melakukan
penelitian tentang kepemimpinanya presideen Y maka kepemimpinan itu
merupakan sampel dari semua karakteristik yang dimiliki presiden Y.
B. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar,
dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana,
tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari
populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat
diberlakukan untuk populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus
betul-betul representative (mewakili).
Bila sampel tidak representatif,
maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Satu orang
memegang telinga gajah, maka ia mennyimpulkan gajah itu seperti kipas. Orang
kedua memegang badan gajah, maka ia meenyimpulkan gajah itu seperti tembok
besar. Satu orang lagi memegang ekornya, maka ia menyimpulkan gajah itu kecil
seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representative,
maka ibarat 3 orang buta yang membuat
kesimpulann salah tentang gajah.
C. Teknik Sampling
Teknik sampling adalah merupakan
teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam
penelitian, terdapat berbagai tekknik sampling yang digunakan.
1. Probability Sampling
Probability sampling adalah
teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur
(anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate
stratifiedrandom sampling, disproportionate stratified random, sampling area
(cluster) sampling (sampling menurut daerah).
a.
Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel darri populasi
dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu.
Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen.
b.
Proportionate Stratified Ranndom Sampling
Teknik ini digunakan bila
populasi mempunyai anggota/unsure yang tidak homogeny dan berstrata secara
proporsional. Suatu organisasi yang mempunyai pegawai dari latar belakang
pendidikan yang berstrata, maka pegawai itu berstrata. Misalnya jumlah pegawai
yang lulus S1=45, S2= 30, STM=800, ST=900, SMEA=400, SD=300. Jumlah sampel yang
harus diambil meliputi strata pendidikan tersebut.
c.
Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk
menentukan jumlah sampel, bila populasi bberstrata tetapi kurang proporsinal.
Misalnya pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai; 3 orang lulusan S3, 4
orang lulusan S2, 90 orang S1, 800 orang SMU, 700 orang SMP, maka tiga orang
lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena dua
kelompok ini terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok ini terlalu kecil
bila ddibandingkan dengan kelompok S1, SMU, dan SMP.
d.
Cluster Sampling (Area Sampling)
Teknik sampling daerah digunakan
untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat
luas, misal penduduk darii suatu negara, propinsi atau kabupaten. Untuk
menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan
sampelnya berdasarkan daerah poopulasi yang telah ditetapkan.
Teknik sampling daerah ini sering
digunakan melalui dua tahap, yaitu tahap pertama menentukan sampel daerah, dan
tahap berikutnya menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara
sampling juga.
2. Nonprobability Sampling
Nonprobability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak member peluang/ kesempatan sama bagi
setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel
ini meliputi, sampling sistematis, kuota,
aksidental, purposive, jenuh, snowball.
a.
Sampling Sistematis
Sampling sistematis adalah teknik
pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi
nomor urut. Misalnnya anggota populasi yang terdiri dari 100 orang. Dari semua
anggota itu diberi nomor urut, yaitu nomor 1 sampai dengan nomor 100.
Pengambilan sampel dapat dilakukan dengan nomor ganjil saja, genap saja, atau
kelipatan dari bilangan tertentu.
b.
Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik
untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai
jumlah (kuota) yang diinginkan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian
tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan Ijin
Mendirikan Bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan
data belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum
selesai, karena belum memenuhi kuota yang ditentukan.
c.
Sampling Insidental
Sampling insendental adalah
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan/insidental bertemu dengan
peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan
ditemui itu cocok sebagai sumber data.
d.
Sampling Purposive
Sampling purposif adalah teknik
penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan
penelitian tentang kualitas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang
yang ahli makanan, atau penelitian tentang kondisi politik di suatu daerah,
maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik. Sampel ini lebih
cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang
tidak melakukan generalisasi.
e.
Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik
penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini
sering dilakukan bila jumla populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau
penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.
Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi
dijadikan sampel.
f.
Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik
penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola
salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel,
pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini
belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang
lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh
dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya,, sehingga jumlah sampel semakin
banyak.
D. Menentukan Ukuran Sampel
Jumlah anggota sampel sering
dinyatakan dengan ukuran sampel. Jumlah sampel yang diharapkan 100% mewakili
populasi adalah sama dengan jumlah anggota populasi itu sendiri. Jadi bila
jumlah populasi 1000 dan hasil penelitian itu akan diberlakukan untuk 1000
orang tersebut tanpa ada kesalahan, maka jumlah sampel yang diambil sama dengan
jumlah populasi tersebut yaitu 1000 orang. Makin besar jumlah sampel mendekati
populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil dan sebaliknnya
makin kecil jumlah sampel menjauhi populasi, maka makin besar kesalahan
generalisasi (diberlakukan umum).
Rumus untuk menghitung ukuran
sampel dari populasi yang diketahui jumlahnya adalah sebagai berikut.

Keterangan:
s = Jumlah sampel
N = Jumlah populasi
λ2 = Chi
kuadrat, dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10%
P = Q=
0,5
d = 0,05
E. Contoh Menentukan Ukuran Sampel
Akan dilakukan penelitian untuk
mengetahui tanggapan kelompok masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh
Pemerintah Daerah tertentu. Kelompok masyarakat itu terdiri dari 1000 orang,
yang dapat dikelompokkan berdasarkan jenjang pendidikan, yaitu lulusan S1=50,
Sarjana Muda 300, SMK=500, SMP=100,
SD=50 (populasi berstrata).
Rescoe dalam buku Research
Methods For Business (1982:253) memberikan saran-saran tentang ukuran
sampel untuk penelitian seperti berikut ini.
1. Ukuran
sampel yang layak dalam penelitian adalah antara 30 sampai dengan 500.
2. Bila
sampel dibagi dalam kategori (misalnya: pria-wanita, pegawai negeri-swasta dan
lain-lain) maka jumlah anggota sampel setiap kategori minimal 30.
3. Bila
dalam penelitian akan melakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau
regresi ganda misalnya), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dari jumlah
variabel penelitiannya ada 5 (independen + dependen), maka jumlah anggota
sampel = 10 x 5 = 50.
4. Untuk
penelitian eksperimen yang sederhana, yang menggunakan kelompok eksperimen dan
kelompok control, maka jumlah anggota sampel masing-masing antara 10 s/d 20.
F. Cara Mengambil Anggota Sampel
Di bagian depan bab ini telah
dikemukakan terdapat dua teknik sampling, yaitu probability sampling dan nonprobability
sampling. Probability sampling adalah teknik sampling yang memberi peluang
sama kepada anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Cara
demikian sering disebut dengan random sampling, atau cara pengambilan sampel
secara acak.
Pengambilan sampel secara
random/acak dapat dilakukan dengan bilangan random, komputer, maupun
dengan undian. Bila pengambilan
dilakukan dengan undian, sesuai dengan jumlah anggota populasi.
Karena teknik pengambilan sampel
adalah random, maka setiap anggota populasi mempunyai peluang sama untuk
dipilih menjadi anggota sampel. Untuk contoh diatas peluang setiap anggota
populasi = 1/1000. Dengan demikian cara pengambilannya bila nomor satu telah
diambil, maka perlu dikembalikan lagi, kalau tidak dikembalikan peluangnya
menjadi tidak sama lagi. Misalnya nomor pertama tidak dikembalikan lagi maka
peluang berikutnya menjadi 1: (1000-1) = 1/999. Peluang akan semakin besar bila
yang telah diambil tidak dikembalikan. Bila yang telah diambil keluar lagi,
dianggap tidak sah dan dikembalikan lagi.
PENARIKAN PEGAWAI ( RECRUITING)
A. Pengertian
Penarikan pegawai adalah suatu kegiatan yang dilakukan suatu organisasi untuk mempengaruhi para calon pegawai yang memenuhi syarat serta potensial untuk menjadi pegawai pada suatu organisasi.
B. Tujuan
- Untuk mengisi lowongan kerjanya.
- Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas pada organisasi yang bersangkutan.
- Untuk menjaga kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan.
- Perencanaan Pegawai
- Formasi Pegawai
1. Menetapkan jumlah pegawai yang dibutuhkan beserta persyaratannya.
2. Membentuk/ menetapkan tim atau unit kerja yang bertanggungjawab dalam penarikan pegawai.
3. Tim atau unit kerja menyiapkan formulir pendaftaran, bahan pengumuman di media massa tentang lowongan beserta persyaratan, waktu lamaran, seleksi dan lokasi pendaftaran.
4. Menerima lamaran.
5. Memeriksa lamaran ( seleksi administratif)
6. Melakukan seleksi kemampuan.
7. Menetapkan calon yang diterima.
E. System Recruitment
- Opened System ( sistem terbuka)
Suatu sistem dimana apabila ada lowongan kerja didalam organisasi yang bersangkutan maka lowongan tersebut dapat diisi baik dari tenaga yang ada dalam organisasi maupun dari luar organisasi.
- Closed System (sistem tertutup)
Suatu sistem dimana bila suatu organisasi membutuhkan tenaga kerja maka lowongan yang ada harus diisi oleh orang dalam yang bersangkutan dengan organisasi.
F. Macam Recruitment
- Recruitment Positive
Berusaha mendapatkan calon pegawai yang terbaik. Dengan cara, membuat orang banyak melamar dengan menyebarluaskan informasi tentang lowongan yang ada, isi informasi harus menarik dan memperluas lingkungan seleksi.
- Recruitment Negative
Calon yang sudah memenuhi persyaratan (minimal kemampuan) sudah dapat diterima. Dengan cara, mempersempit lingkungan seleksi, membuat orang sedikit melamar, tidak mennyebarluaskan informasi tentang lowongan yang ada.
G. Kebijakan Recruitment
1. Merit System
Suatu kebijakan penerimaan pegawai yang lebih ditekankan pada faktor kecakapan.
- Tujuan Merit System
Agar organisasi mendapatkan pegawai yang terbaik.
- Manfaat Merit System
- Terciptannya prinsip "the right man in the right place" atau "the right man for the right job".
- Agar organisasi dapat meningkatkan kinerjanya.
- Agar organisasi yang bersangkutan mampu bersaing dengan organisasi lain.
- Agar orgnasasi bersangkutan mampu bertahan terhadap perubahan lingkungan yang sangat cepat.
- Atas dasar pendidikan/pelatihan.
- Atas dasar pengalaman.
- Atas dasar pendidikan/pelatihan dan pengalaman.
2. Spoil System
Suatu kebijakan penerimaan pegawai yang lebih ditekankan pada faktor keluarga, golongan, suku, ras, kesenangan dan faktor-faktor lainnya.
- Tujuan
Untuk menjaga dominasi keluarga, golongan, ras, suku dll.
- Manfaat
Para pegawai akan bekerja keras untuk menjaga dominasi keluarga atau golongan.
- Kelemahan
a) Penarikan pegawai kadang-kadang tidak didasarkan pada kebutuhan yang real.
b) Sering terjadi misplacement (salah penempatan)
c) Terdesaknya organisasi formal oleh organisasi informal.
- Macam
a. Nepotisme : penerimaan pegawai atas dasar hubungan keluarga.
b. Patronage : penerimaan pegawai atas dasar golongan ( ras, suku, dll).
c. Favoritism : penerimaan pegawai atas dasar kesenangan.
d. Kasianism : penerimaan pegawai atas dasar kasihan.
e. By Reward : penerimaan pegawai atas dasar imbalan prestasi.
PERENCANAAN PEGAWAI
A. Pengertian
Perencanaan pegawai adalah suatu kegiatan yang dilakukan organisasi untuk meningkatkan jumlah pegawai beserta persyaratan kualifikasi untuk kurun waktu tertentu, agar mammpu melaksanakkan tugas yang dalam suatu organisasi secara baik.
B. Tujuan
- Agar penarikan pegawai didasarkan pada kebutuhan yang nyata.
- Agar pekerjaan yang ada dapat diselesaikan dengan baik.
- Perencanaan pembangunan daerah.
- Progran-program yang disusun.
- Proyek-proyek yang akan dibangun.
- Mengiventarisasi jenis dan volume kegiatan yang akan dilakukan tugas tersebut dapat dilakukan secara baik.
- Mengiventarisasi pegawai yang ada.
- Memperkirakan jumlah pegawai yang akan berhenti.
- Mengiventarisasi kebutuhan (kekurangan pegawai).
v = workload (beban kerja) x 1 orang
workforce (kemampuan kerja)
= 1000 x 1 orang
25
= 40 orang.
jadi, Kesekretariatan kantor Gubernur Jawa Timur membutuhkan 40 orang sekretaris untuk membalas 1000 surat/ hari.
D. Teknik Ramalan
Teknik ramalan ada dua pendekatan antara lain:
1. Ramalan yang bersifat kualitatif
- Executive judgement
- Delphi technique
- Nominal grouping technique
- Menggunakan rasio
- Menggunakan statistik regresi.
- Technique Delphi adalah suatu teknik yang digunakan untuk menetapkan kbeutuhan akan pegawai (jumlah dan persyaratannya yang diserahkan kepada pakar, para pakar diundang ( baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri) untuk melakukan diskusi tentang hal tersebut, yang akhirnya menyimpulkan tentang jumlah pegawai yang diibutuhkan beserta persyaratannya.
- Nominal Grouping Technique, pada hakekatnya sama dengan teknik delphi yang berbeda pada teknik ini, para pakar didalam menyampaikan pandangan harus menuangkan pendapat dalam kertas kerja dalam bentuk paper.
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia)
A. Pengertian MSDM
MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah suatu kegiatan organisasi yang berkaitan dengan pengadaan pegawai, penggunaan pegawai, pengembangan pegawai, pemeliharaan pegawai agar para pegawai bekerja secara baik di dalam organisasi atau di luar organisasi dalam mencapai tujuan organisasi.
B. Maksud dan Tujuan MSDM
Maksud dari MSDM adalah untuk memperbaiki produktivitas/kinerja para pegawai terhadap organisasi dengan cara berpikir secara etis dan bertanggungjawab secara sosial.
Tujuan dari MSDM
- Untuk menciptakan efektivitas organisasi.
- Untuk mempertahankan tingkat kontribusi departemen bagian kepegawaian pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
- Untuk mengurangi dampak negatif terhadap organisasi.
- Untuk mempertahankan pegawai dan memotivasi.
C. Materi MSDM
I. Pengadaan Pegawai
- Perencanaan pegawai
- Penarikan pegawai (recruiting)
- Seleksi calon pegawai
- Penempatan dan orientasi
- Uraian tugas
- Instruksi dan Pengawasan
- Disiplin dan Hukuman
- Motivasi pegawai
- Penilaian pegawai
- Pendidikan dan Pelatihan
- Mutasi pegawai
- Pengembangan karir
- Upah atau Gaji
- Jaminan sosial
Senin, 20 Mei 2013
Personal Logistik
BAB
II
ISI
A. Pengertian
Personil Logistik adalah pendekatan holistik untuk solusi yang
berkelanjutan dan ekonomi dengan cakupan kebutuhan tenaga kerja dan aktivitas
kerja.
B. Pendekatan
Pendekatan dikembangkan personil logistik untuk
kompleksitas proses perencanaan tenaga kerja - terutama di daerah dengan sangat
bervariasi persyaratan (jangka panjang, jangka menengah, intra-day) Personil -
secara signifikan mengurangi.
Pendekatan ini terdiri staf logistik
tiga rekomendasi utama:
1.
Meredakan masalah perencanaan dengan pendekatan
berulang dengan optimal dalam tingkat perencanaan: strategis, taktis dan
operasional
2.
Lingkungan sistem redundansi bebas dan terpadu - tidak
ada istirahat dan alur kerja ganda-editing dengan proses perencanaan dan data
yang relevan.
3.
Metrik Bermakna dan tindakan mengarah pada pengelolaan
produktivitas
C.
Disiplin
individu personil logistik
Dalam personil logistik
untuk menemukan peristiwa individu berikut:
Ø Kebutuhan pegawai
Ada beberapa metode forecasting sumber daya manusia yang dikenal,
yaitu:
1. Inkrementalisme (atau dekrementalisme)
merupakan metode perkiraan yang memproyeksikan perubahan-perubahan garis lurus
dalam kebutuhan pegawai berdasarkan fluktuasi anggaran.
2. Collective opinion, teknik ini meliputi
pengumpulan informasi dari berbagai sumber didalam dan diluar organisasi dan
kemudian mencapai kesepakatan kelompok mengenai penafsiran data tersebut.
3. Categorical and Cluster forecasting, teknik kategori ini memperkirakan kebutuhan lebih lanjut untuk
berbagai kelompok kedudukan dan teknik kluster ini memperkirakan
kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut dengan syarat dan tuntutan akan
ketrampilan umum. Ini sering dipakai dalam organisasi yang besar.
4. Modeling, metode ini menggunakan
matematis dan komputer dimana para manager harus menggunakan teknik-teknik
model untuk memperkirakan permintaan dan penawaran sumber daya manusia. Asumsi
ini didasarkan pada keadaan ekonomi, perkembagan teknologi, sistem pendidikan,
persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga kerja, sistem kompensasi,
jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.
Sebuah Model waktu kerja adalah bantuan yang paling penting
untuk kelancaran suatu proses kerja , seperti produksi .
Dalam model waktu kerja skema
lokasi dan distribusi waktu kerja diatur. Ini
adalah template untuk pengaturan spesifik jam kerja bagi karyawan. Ruang lingkup untuk kemungkinan waktu
kerja operasional biasanyakesepakatan bersama , di mana kurangnya lapangan
kerja . Kasus lain adalah undang-undang waktu kerja dan arahan Eropa. Para Buruh Protection Act , majikan akan diinformasikan secara
terpisah pada model waktu kerja sebagai sumber bahaya bagi karyawan.
Jumlah yang tepat dari waktu kerja ditentukan berdasarkan kebutuhan
operasional dalam konteks model waktu kerja. Ini
akan mengatur durasi hari kerja dan distribusi seragam atau tidak seragam pada
hari-hari dalam seminggu. Oleh
karena itu mungkin juga model waktu kerja yang tidak teratur di mana pekerjaan
yang harus dilakukan tidak tercapai dalam waktu satu minggu, tapi rata-rata
jangka waktu tertentu (misalnya tahun).
Dalam perusahaan dengan dewan pekerja , majikan, waktu kerja tidak berdasarkan nya tepat Direktorat rusak, tapi bekerja di sini memiliki hak
partisipasi sesuai
dengan § 87 German Pekerjaan Konstitusi Act (WCA).
Pergeseran A membantu untuk
mengatur alur kerja yang mulus. Para manajemen waktu kerja karena itu terutama di perusahaan
dengan tinggi tingkat upah kepentingan ekonomi yang besar. Karena itu, harus direncanakan dan
dilaksanakan oleh para profesional yang terlatih.
Para manajemen waktu kerja berfokus
pada antarmuka antara penjadwalan
kerja dan manajemen personalia dengan
kemungkinan yang menguntungkan, terutama operasi Mengekspos tenaga kerja yang
diperlukan untuk waktu produksi dan telah berkembang secara substansial dari
kedua daerah.
Dalam perencanaan dan pengendalian produksi (PPC)
Anda terbatas pada kapasitas desain dari sistem lama. Perencanaan tenaga
kerja telah diimplementasikan dalam jangka pendek pada tingkat operasional. Ini
adalah latar belakang staf luas berkualitas mungkin dengan jam kerja tetap. Karena jam kerja dan waktu operasi bervariasi
dan memerlukan teknik produksi semakin kompleks dan layanan staf khusus,
menyediakan tenaga kerja Sementara manajemen, bagaimanapun, perencanaan tugas
dar terpisah dan kompleks.
Karena fleksibilitas waktu kerja , tujuannya
adalah untuk menyediakan kapasitas staf untuk properti atau layanan yang
tersedia, semakin kompleks. Ada
·Mengkoordinasikan
jadwal kerja dan menggeser jadwal rencana produksi,
·mereka
untuk bernegosiasi dengan operasi dan tawar-menawar kolektif mungkin,
·Bekerja
rekening waktu untuk memimpin
·Downtime untuk
memantau dan mengurangi mungkin
Di antara staf perencanaan ( PEP ) mengacu pada alokasi rasional yang
berbeda karyawan untuk posisi (sesuai dengan profil
keterampilan mereka dan persyaratan situs) dan sebaliknya pembentukan
gratis atau dibebaskan kapasitas, pergerakan karyawan yang memenuhi syarat dan
restrukturisasi departemen.
Tugas perencanaan penggunaan
tenaga kerja ,
distribusi karyawan pada berbagai pekerjaan dalam terang persyaratan
kuantitatif, temporal dan spasial dari perusahaan dan kepentingan dan
preferensi karyawan.
Harus dibedakan dari perencanaan tenaga kerja yang akan membuat jangka pendek
(harian atau per jam) kompensasi antara sasaran dan staf yang sebenarnya.
Masalah perencanaan tenaga
kerja adalah masalah optimasi dan dengan demikian riset operasi asosiasi. Oleh karena itu mereka dapat juga
menangani dengan metode solusi biasa riset operasi.Banyak masalah penjadwalan
personil dapat dirancang khusus sebagai masalah
optimasi linier dirumuskan.
Baru pendekatan untuk
memahami perencanaan tenaga kerja sebagai alat strategis untuk optimasi proses
ekonomi di perusahaan dan instansi pemerintah. Sebuah peran sentral yang dimainkan
oleh fleksibilitas jam kerja, sehingga mereka dapat disinkronkan dengan
fluktuasi kebutuhan staf. Karena
masalah manajemen waktu kerja sangat erat kaitannya dengan masalah ekonomi
lebih lanjut, seperti perintah berfluktuasi atau hukum perburuhan, mengikat
pendekatan modern untuk perencanaan tenaga kerja dalam konteks yang lebih luas
dengan. Berdasarkan metode
Produktivitas Tenaga Kerja slogan dibahas, bagaimana bisa proses perencanaan
tenaga kerja dengan tugas-tugas administrasi dan manajemen lainnya, misalnya
dalam bidang perencanaan pekerjaan atau keamanan gedung, hubungan efisien.
Selanjutnya, staf
penjadwalan blok Manajemen Tenaga Kerja dar. Selain
perencanaan tenaga kerja yang sederhana juga termasuk perkiraan beban kerja
yang diharapkan dan kebutuhan tenaga, jadwal staf mengoptimalkan untuk
menghindari bawah dan atas-cakupan, administrasi rekening waktu yang berbeda
dalam manajemen waktu dan analisis dan pengendalian seluruh manajemen tenaga
kerja proses. Berbeda dengan
perencanaan tenaga kerja tradisional yang melibatkan manajemen waktu di masa
lalu dan masa depan karena akarnya dalam manajemen waktu adalahmanajemen tenaga kerja salah satu perubahan dalam persyaratan
dan tujuan perencanaan: Persyaratan orientasi dan optimasi elemen inti dari
solusi manajemen tenaga kerja modern. Ini
bukan hanya distribusi bergeser ke karyawan yang ada, tetapi untuk fleksibel,
difokuskan pada perencanaan kebutuhan saat ini, dengan mempertimbangkan
demand-driven atau musiman fluktuasi, pelanggan saat ini, penjualan atau angka
transaksi atau pertimbangan ekonomis lainnya. Tujuan
bisnis manajemen tenaga kerja yang mendukung staf untuk mengurangi
biaya dengan mengoptimalkan kedua jelas serta untuk meningkatkan kepuasan
karyawan, meningkatkan produktivitas dan layanan yang lebih baik untuk mencapai
lebih banyak penjualan.
The Waktu
dan Kehadiran (PTR) adalah pengumpulan
data dari jam kerja dari karyawan melalui perangkat
akuisisi dan dalam bisnis tematis
parasumber daya manusia yang ditugaskan.
Di Jerman, hanya
sistem untuk pencatatan kehadiran yang umum. Ketentuan perundang-undangan
yang relevan dengan kontrak layanan dalam KUH Perdata set. Selanjutnya kesepakatan dalam pekerjaan yang
mungkin. Sebuah karya komputasi penentuan waktu lebih dikombinasikan
dengan pemeriksaan produktivitas tidak
diizinkan tanpa izin dari karyawan.
Pengembangan
Sebelum
peluncuran, pertama elektromekanis dan elektronik perangkat yang digunakan
untuk mekanik PTR jam dan kartu kerja. Hari ini alat
perekam waktu hampir secara eksklusif elektronik sedang digunakan. Yang
saat ini dikenal:
Waktu Kehadiran Terminal dengan teknologi RFID
·Terminal dengan metode membaca
yang berbeda untuk identifikasi pribadi
·sistem pencatatan waktu
seluler (transmitter data pribadi)
·ponsel waktu memori capture
(Wands pribadi),
·data nirkabel pemancar /
penerima yang dikombinasikan dengan identifikasi lokasi (ponsel, buku catatan
GPS)
·Situs Internet untuk langsung
pemesanan dan / atau akuisisi Pemasyarakatan (Workflow)
·Software intranet (umumnya
arsitektur client-server).
Penambahan dalam
berbagai warna-warni yang dikenal, misalnya untuk manajemen absensi (aplikasi
untuk cuti, dll) untuk otorisasi lembur melalui struktur hirarkis,
Sementara
itu, waktu kerja dicatat dengan waktu khusus dan kehadiran perangkat lunak. Peningkatan
penting adalah sistem mobile waktu perekaman , yang
memungkinkan jam kerja untuk laptop, tablet PC dan ponsel untuk menangkap. Dalam
kombinasi dengan pelacakan ponsel pengumpulan data
operasional adalah mungkin untuk pekerjaan di luar perusahaan. Identifikasi
setiap orang, ada pilihan yang berbeda tergantung pada media perekam dengan
cara kartu plastik dengan kode optik , kode magnetik , RFID chip ( transponder ). Transmisi
kode optik atau magnet jarang digunakan, adalah kartu lebih umum contactless
dibaca Media dengan chip RFID.
Komponen
penting dari perangkat lunak berbasis waktu dan sistem
kehadiran adalah antarmuka pengguna dan database yang . Karena
integrasi absen dengan semua bidang operasi keamanan
investasi merupakan aspek penting. Ini bisa dengan
sistem-independen, seperti berbasis web solusi
untuk antarmuka pengguna, perangkat lunak open source dan
database standar ( SQL diperbesar).
Pengguna yang
berwenang harus memiliki kemampuan untuk membaca setiap saat data yang
berkaitan dengannya dicatat dan terdaftar (misalnya, manajemen personalia,
pemesanan ringkasan, biarkan manajemen) dapat melihat dan mengomentari mereka. Data
yang telah dikumpulkan jelas merusak keaslian rekaman.
Supervisor dan
karyawan akan memungkinkan pemeriksaan independen pengumpulan data. Ini
melibatkan panggilan browser yang sederhana untuk workstation dan
pada sistem kios .
Operasi
Dengan
pesan masuk dan keluar ke terminal pemesanan Kerja (kehadiran) terdeteksi. Sistem
baru juga dioperasikan dengan variabel skala untuk jenis lain ada tidaknya. Akibatnya,
dalam sistem tersebut, perencanaan absen , perencanaan layanan atau prosedur
aplikasi untuk absen biasanya terintegrasi. Jika perlu, kontrol akses
dapat dilakukan pada waktu dan kehadiran. Bijaksana adalah anabolik dengan
sistem manajemen sistem, yang dilayani oleh data yang ada, seperti penjadwalan
shift, pelacakan waktu proyek (Dopik), laba laporan kinerja (ELR).
Penyimpanan
Karena kemudahan
perhitungan, jam kerja sering desimal disimpan
sebagai apa yang disebut industri
menit juga sistem di mana perhitungan real-time, adalah satu
jam 60 menit digunakan, a -.Paling sering, sistem ini juga dapat mengeluarkan
hasil evaluasi dalam "Industri menit." Harus dibedakan lapisan
atau jam kerja tetap dan variabel pendaftaran atau waktu. Dalam setiap
kasus harus diambil untuk memastikan bahwa ketentuan-ketentuan dari perjanjian
kolektif yang berlaku atau perjanjian operasi yang berlaku terpenuhi. Tergantung
pada majikan federal, provinsi, kota dan tarif peraturan (undang-undang) yang
diamati. Dalam kasus yang optimal, nama penyedia tepat karena
pengalamannya dan risiko rekomendasi.
Metode pendeteksian Mirip
Terkait dengan PTR
adalah akuisisi data (PDA) dan akuisisi data mesin (MDA). Untuk upah -
dan sistem pelacakan waktu penggajian memberikan dasar untuk perhitungan oleh bonus lembur ,tunjangan
untuk akhir pekan dan bekerja saat liburan, malam perbedaan pergeseran dan
biaya tambahan dihitung secara otomatis menggunakan rumus
disimpan. Dalam rangka untuk memetakan perjanjian kolektif yang berbeda
dan model waktu kerja, aturan yang sesuai dapat disimpan dalam sistem. Idealnya,
jenis upah ditentukan dengan menggunakan antarmuka digital dilewatkan ke
program penggajian. Risiko kesalahan diminimalkan dan alur kerja
penggajian dapat dioptimalkan.
Waktu dan Kehadiran tenaga kerja
Dalam
perusahaan Jerman, di mana dewan bekerja ada,
adalah karena Konstitusi Undang-Undang Pekerjaan hak
partisipasi Pekerjaan sesuai dengan § 87 Pasal 1
Ayat 6 dengan pengenalan waktu dan kehadiran. Dalam UU
ini, "Pengenalan dan penerapan fasilitas teknis yang dimaksudkan untuk
menjadi perilaku atau kinerja karyawan untuk memantau "diatur sebagai resep co-penentuan. Hal
yang sama berlaku dalam pelayanan publik untuk hak partisipasi Dewan Staf . Ini
juga hasil dalam sebaliknya, dewan mungkin berusaha untuk melindungi karyawan,
dokumentasi "jam kerja" panggilan.
Sebuah putusan oleh Pengadilan Perburuhan federal [1] Karyawan
yang mungkin sengaja pada waktu jam cap yang salah, tanpa peringatan, dihentikan
tanpa pemberitahuan untuk pemalsuan.Hukum ini berasal dari disengaja penipuan ( § 263 StGB)
dan pelanggaran dihasilkan kepercayaan karyawan.
Di Austria, Mahkamah
Agung memutuskan bahwa waktu kerja perekaman dapat diperkenalkan oleh jari
biometrik scan hanya pada perusahaan dimana perjanjian perusahaan ada. [2]
Kegiatan-based dan waktu
perekaman proyek [ Sunting ]
Di banyak
perusahaan, bukan hanya Absensi murni sekarang dibuat. Seringkali,
pelacakan waktu proyek tertentu atau aktivitas berbasis digunakan. Sementara
ini paling sering terdeteksi dalam bentuk usaha kecil dengan tulisan tangan
atau dimasukkan ke dalam daftar Excel, menengah dan perusahaan besar sering
menggunakan solusi perangkat lunak khusus. Ketika pelacakan waktu proyek,
misalnya, jam kerja dicatat dan ditugaskan untuk proyek pada waktu yang sama. Hal
ini sangat penting untuk pengendalian proyek dan penyelesaian proyek, karena
evaluasi tersebut dilakukan pada periode proyek yang mungkin. Tergantung
pada apa data dikumpulkan, juga memungkinkan untuk melakukan analisis aktivitas
karyawan dan untuk menghitung profitabilitas proyek. Yang terakhir ini
sangat berguna ketika sejumlah tetap jam adalah flat rate untuk proyek
tersebut. Seringkali, jam kerja yang diberikan kepada pelanggan. Sebuah
pelacakan waktu proyek berbasis software memungkinkan perusahaan untuk
akuntansi sederhana proyek jam dan menawarkan pelanggan tingkat tinggi
transparansi dari semua kegiatan yang dilakukan.
Manfaat
·upah efisien dan gaji
·Optimalisasi proses individu
·Proses otomatis akuntansi
·akurat ke menit bekerja
akuntansi waktu
·lebih jelas, transparansi dan
keamanan
Kekurangan
·(Konsumsi time melalui
pelacakan waktu dan tugas untuk proyek) Overhead
·Hanya pada kapasitas penuh bermakna
·Hanya dengan penciptaan produk
berulang, hasilnya dapat dialihkan untuk masa depan
Ø Manajemen Waktu
Pengertian
manajemen waktu
Pengertian / definisi manajemen
waktu adalah
tindakan atau proses perencanaan dan secara sadar melakukan kontrol atas jumlah
waktu yang dihabiskan untuk kegiatan tertentu, terutama untuk meningkatkan
efektivitas, efisiensi atau produktivitas.
Manajemen waktu dapat dibantu oleh berbagai keterampilan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengelola waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu, proyek dan tujuan sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Manajemen waktu meliputi cakupan yang luas dari kegiatan, dan ini termasuk perencanaan, mengalokasikan, menetapkan tujuan, delegasi, analisis waktu yang dihabiskan, pemantauan, pengorganisasian, penjadwalan, dan prioritas.
Manajemen waktu dapat dibantu oleh berbagai keterampilan, peralatan, dan teknik yang digunakan untuk mengelola waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu, proyek dan tujuan sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Manajemen waktu meliputi cakupan yang luas dari kegiatan, dan ini termasuk perencanaan, mengalokasikan, menetapkan tujuan, delegasi, analisis waktu yang dihabiskan, pemantauan, pengorganisasian, penjadwalan, dan prioritas.
Awalnya, manajemen waktu disebut hanya untuk kegiatan
usaha atau pekerjaan, tapi akhirnya istilah tersebut diperluas untuk mencakup
kegiatan pribadi juga. Biasanya manajemen waktu adalah suatu keharusan dalam setiap
pembangunan proyek karena manajemen waktu menentukan jumlah waktu yang
dibutuhkan dan ruang lingkup penyelesaian suatu proyek.
Prinsip-prinsip
Manajemen Waktu
Mengelola
waktu Anda dengan baik berarti mengelola hidup Anda dengan baik. Orang yang mengatur
waktu memerlukan kreativitas. Mereka membuat rencana jangka pendek dan jangka
panjang, mengatur dan menjaga jadwal yang realistis, istirahat yang efisien dan
tepat waktu, dan melihat tugas-tugas yang harus dilakukan sebagai peluang dan
bukan sebagai kewajiban.
Manusia
tidak semua diberkahi dengan kecemerlangan, penampilan yang baik, atau banyak
uang, tapi kita masing-masing mendapatkan jumlah waktu yang sama setiap hari.
Ada banyak yang dapat dicapai dalam 24 jam, dan ada juga yang tidak mencapai
apapun sama sekali. Semuanya terserah Anda untuk memanfaatkan waktu secara
optimal karena ini adalah hidup Anda.
7 Prinsip Manajemen Waktu :
1. Jadilah
aktif, bukan hanya reaktif. Akan lebih mudah untuk menjadi aktif jika Anda juga mengikuti prinsipke#2,yaitu,menetapkan tujuan.
2. Set gol.
3. Prioritaskan tindakan.
4. Jaga fokus Anda.
5. Buat tenggat waktu yang realistis
6. Setelah
Anda memutuskan rencana dan terfokus, lakukan sekarang!
Dengan cara:
§
Membagi dan mengerjakan apa yang harus Anda
lakukan. Pecahkan tugas besar menjadi tugas-tugas kecil dan berikan setiap
bagian dari tugas tenggat waktu yang realistis.
§
Mengatur
sumber daya Anda, bagaimana Anda akan melakukannya.
§
Abaikan interupsi yang mengganggu.
§
Luangkan waktu untuk belajar bagaimana melakukan
sesuatu sendiri.
§
Sekarang, bukan besok. Jangan menunda-nunda.
§
Peluang yang mengetuk. Memanfaatkan peluang.
§
Waspada terhadap pemborosan waktu. Lacak dan
kendalikan, berapa banyak waktu yang Anda habiskan di Internet, membaca dan
mengirim e-mail, menonton TV, atau berbicara di telepon.
7.
Seimbangkan Hidup Anda. Terlalu banyak istirahat atau terlalu banyak bekerja
akan menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang.
Ø
Personil
Logistik Key Performance Indicators
|
Dalam rangka pengukuran dan
peningkatan kinerja serta lebih meningkatkan akuntabilitas kinerja instansi
pemerintah, maka setiap instansi pemerintah perlu menetapkan Indikator
Kinerja Utama (IKU). IKU (Key Performance Indicator) adalah ukuran
keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis organisasi.
Tujuan Penetapan Indikator
Kinerja Utama yaitu:
1. Untuk
memperoleh informasi kinerja yang penting dan diperlukan dalam
menyelenggarakan manajemen kinerja secara baik;
2. Untuk
memperoleh ukuran keberhasilan dari pencapaian suatu tujuan dan sasaran
strategis organisasi yang digunakan untuk perbaikan kinerja dan peningkatan
akuntabilitas kinerja.
Jenis-Jenis Indikator Kinerja yaitu:
1. Indikator
Input: gambaran mengenai sumberdaya yang digunakan untuk menghasilkan output
dan outcome (kuantitas, kualitas, dan kehematan)
2. Indikator
Process: gambaran mengenai langkah-langkah yang dilaksanakan dalam
menghasilkan barang atau jasa (frekuensi proses, ketaatan terhadap jadwal,
dan ketaatan terhadap ketentuan/standar).
3. Indikator
Output: gambaran mengenai output dalam bentuk barang atau jasa yang
dihasilkan dari suatu kegiatan (kuantitas, kualitas, dan efisiensi)
4. Indikator
Outcome: gambaran mengenai hasil aktual atau yang diharapkan dari barang atau
jasa yang dihasilkan (peningkatan kuantitas, perbaikan proses, peningkatan
efisiensi, peningkatan kualitas, perubahan perilaku, peningkatan efektivitas,
dan peningkatan pendapatan)
5. Indikator
Dampak: gambaran mengenai akibat langsung atau tidak langsung dari
tercapainya tujuan. Indikator dampak adalah indikator outcome pada tingkat
yang lebih tinggi hingga ultimate.
Type Indikator Kinerja:
1. Kualitatif:
menggunakan skala (misal: baik, cukup, kurang)
2. Kuantitatif
absolut: menggunakan angka absolut (misal: 30 orang, 80 unit)
3. Persentase:
menggunakan perbandingan angka absolut dari yg diukur dg populasinya (misal:
50%, 100%)
4. Rasio:
membandingkan angka absolut dengan angka absolut lain yang terkait (misal:
rasio jumlah guru dibandingkan jumlah murid)
Rata-rata:
angka rata-rata dari suatu populasi atau total kejadian (misal: rata-rata
biaya pelatihan per peserta dalam suatu diklat)
5. Indeks:
angka patokan dari beberapa variabel kejadian berdasarkan suatu rumus
tertentu (misal: indeks harga saham, indeks pembangunan manusia)
Pengembangan Indikator Kinerja
Utama:
·
Menteri/Pimpinan lembaga wajib menetapkan
Indikator Kinerja Utama untuk kementerian koordinator/departemen/ kementerian
negara/lembaga dan unit organisasi setingkat eselon I serta unit kerja
mandiri di bawahnya
·
Sekretaris jenderal lembaga tinggi negara dan
lembaga tinggi lain yang menjalankan fungsi pemerintahan wajib menetapkan
Indikator Kinerja Utama untuk lembaga tinggi negera, lembaga lain, dan unit
organisasi setingkat eselon I serat unit kerja mandiri di bawahnya
·
Gubernur/bupati/walikota wajib menetapkan
Indikator Kinerja Utama untuk pemerintah provinsi/kabupaten/kota dan SKPD
serta unit kerja mandiri di bawahnya
Tatanan Indikator Kinerja Utama
·
Pada tingkat Kement. Neg/ Dept/ LPND/
PemProv/Kab/Kot sekurang-kurangnya menggunakan indikator hasil (outcome)
sesuai dengan kewenangan, tugas dan fungsi;
·
Pada unit organisasi setingkat Eselon I
menggunakan indikator hasil (outcome) dan atau keluaran (output) yang
setingkat lebih tinggi dari keluaran (output) unit kerja di bawahnya;
·
Pada unit organisasi setingkat eselon
II/SKPD/unit kerja mandiri sekurang-kurangnya menggunakan indikator keluaran
(output).
Pemilihan dan Penetapan Indikator Kinerja Utama, Harus
dipertimbangkan:
·
Dokumen RPJMN/D
·
Dokumen Renstra
·
Kebijakan Umum Instansi
·
Dokumen strategis lainnya yang relevan
·
Bidang kewenangan, tugas dan fungsi
·
Kebutuhan informasi kinerja
·
Kebutuhan data statistik
·
Kelaziman pada bidang tertentu dan
perkembangan ilmu pengetahuan
Pemilihan dan Penetapan
Indikator Kinerja Utama harus Melibatkan: Pemangku kepentingan (stakeholders)
dari instansi pemerintah yang bersangkutan.
Karakteristik Indikator Kinerja
Utama:
·
Spesifik
·
Dapat Dicapai
·
Relevan:
·
Menggambarkan keberhasilan sesuatu yg
diukur
·
Dapat dikuantifikasi dan diukur
Penggunaan
Indikator Kinerja Utama
·
Perencanaan Jangka Menengah
·
Perencanaan Tahunan
·
Penyusunan dokumen Penetapan Kinerja
·
Pelaporan Akuntabilitas Kinerja
·
Evaluasi Kinerja
·
Pemantauan dan pengendalian Kinerja
Evaluasi
Kinerja:
·
Instansi Pemerintah melakukan Analisis dan
Evaluasi Kinerja dengan memperhatikan Capaian Indikator Kinerja Utama
·
Analisis dan Evaluasi Kinerja dilakukan secara
berkala dan sederhana dengan meneliti fakta-fakta yang ada berupa kendala,
hambatan, dan informasi lainnya.
Pembinaan
dan Koordinasi, Pimpinan Instansi hendaknya melakukan:
·
Pembinaan dalam pengembangan dan penetapan
Indikator Kinerja Utama di lingkungan masing-masing
·
Koordinasi untuk pengintegrasian sistem
pengukuran kinerja dengan sistem administrasi pemerintahan yg lain, seperti
perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, penatausahaan, dan pertanggungjawaban
·
Kementerian Negara PAN melakukan koordinasi
dan pemantauan dalam pengembangan dan penetapan Indikator Kinerja Utama di
lingkungan instansi pemerintah
Langkah
Penetepan Indikator Kinerja Utama:
1. Tahap
Pertama, Klarifikasi apa yang menjadi kinerja utama, pernyataan hasil (result
statement) atau tujuan/sasaran yang ingin dicapai.
2. Tahap
kedua, Menyusun daftar awal Indikator Kinerja Utama yang mungkin dapat
digunakan.
3. Tahap
Ketiga, Melakukan penilaian setiap Indikator Kinerja Utama yang terdapat
dalam daftar awal indikator kinerja
4. Tahap
keempat, Memilih Indikator Kinerja Utama
Sumber Data
Kinerja:
1. Data
Kinerja Primer, Data kinerja yang diperoleh langsung dari responden
2. Data
Kinerja Sekunder, Data kinerja yang diperoleh secara tidak langsung dari
responden tetapi dari instansi/pihak lain
Tingkatan
Indikator Kinerja Utama
·
Tingkat Satuan Kerja
·
Tingkat Unit Kerja
·
Tingkat Kementerian/Lembaga
|
Langganan:
Postingan (Atom)